Alamat

Gedung Pascasarjana UIN Madura

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

dis@iainmadura.ac.id

RAMADHAN BULAN KELAHIRAN ALQURAN

  • Diposting Oleh Admin
  • Jumat, 20 Februari 2026
  • Dilihat 67 Kali
Bagikan ke

Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.

(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)

 

 

DSI-Pasca UIN Madura : Di bulan Ramadhan nan suci ini lantunan ayat-ayat Al-Qur’an menggema dan membahana di setiap jengkal tanah di Bumi Nusantara ini. Lantunan ayat Al-Qur’an selalu terdengar setiap saat, pagi dan sore, malam dan siang, di berbagai tempat, baik di kantor, kampus, apalagi di masjid dan musholla, serta di pesantren-pesantren. Hal tersebut menjadi pemandangan yang lumrah di bulan Ramadhan karena memang di bulan inilah Al-Qur’an ini diturunkan, sehingga bulan Ramadhan disebut pula Syahrul Qur’an atau bulan turunnya Al-Qur’an.

Bulan Ramadhan jika dikaitkan dengan Al-Qur’an diibaratkan seperti bulan Agustus yang merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia di mana di bulan Agustus ini lagu kebangsaan Indonesia Raya selalu menggema di seluruh pelosok tanah air Indonesia, dan bendera sang saka merah putih selalu berkibar di setiap sudut bumi Indonesia. Hal ini karena merayakan dan menghormati hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang berarti pula hari kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi wajar jika bendera merah putih selalu berkibar di atas bumi Indonesia, karena ada kaitannya dengan kemerdekaan Republik Indonesia. Begitu pula dengan Al-Qur’an selalu membahana terdengar bersahut-sahutan di negeri yang mayoritas penduduknya adalah muslim, Karena Ramadhan bulan kelahiran Al-Qur’an, maka Al-Qur’an itu selalu dibaca dan diperdengarkan oleh umat Islam untuk merayakan hari kelahirannya.

Allah telah memilih Ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagaimana difirmankan dalam surah al-Baqarah ayat 185;

 

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

 

185.  Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

 Sebagai konsekwensi logis dari adanya Al-Qur’an yang merupakan kitab suci, maka bulan turunnya Al-Qur’an disebut bulan suci Ramadhan. Al-Qur’an merupakan kitab suci yang dimuliakan oleh seluruh umat Islam, dan kemuliaan itu diberikan oleh Allah kepadanya, maka apa pun dan siapa pun yang erat kaitannya dengan Al-Qur’an pasti juga seperti Ramadhan dimuliakan. Karena bulan diturunkannya Al-Qur’an, maka Ramadhan menjadi bulan yang paling mulia di antara bulan-bulan yang lain.

Demikian pula Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam menjadi nabi dan rasul paling mulia di antara nabi-nabi dan rasul yang sudah diutus oleh Allah subhanahu wa ta'ala. Salah satu faktor kemuliaan nabi sehingga disebut sayyidil Anbiya wal mursalin adalah karena Nabi Muhammad yang membawa Al-Qur’an untuk disampaikan kepada umatnya. Karena yang dibawa merupakan sesuatu yang mulia, maka yang membawa pun juga menjadi mulia. Demikian pula saat atau waktu yang berkaitan erat dengan Al-Qur’an secara otomatis menjadi dimuliakan, seperti tanggal 17 Ramadhan yang merupakan malam turunnya Al-Qur’an atau disebut Nuzulul Quran ikut dimuliakan oleh hampir seluruh umat Islam. Setiap tanggal 17 Ramadhan umat Islam merayakannya sebagai tanda syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah memberikan Al-Qur’an sebagai petunjuk atau hidayah, cahaya penerang dan membuat penawar bagi segala hal yang tidak dipandang sehat, baik lahir maupun batin. Begitu pula malam Al- Qadar yang disebut Lailatul Qadar, di mana menurut mayoritas ulama dan mufassir, malam tersebut merupakan malam turunnya Al-Qur’an secara sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah atau langit pertama, dan kemudian baru diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad dengan perantaraan Malaikat Jibril. Lailatul qadar pun ditahbiskan oleh Allah sebagai malam mulia yang kebaikan pada malam itu disetarakan dengan ibadah 1000 bulan sebagai mana difirmankan oleh Allah dalam surah al-Qadr.

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ  .وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ  .لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ  .تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ .  سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ࣖ

 

1.  Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar. 2.  Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? 3.  Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. 4.  Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. 5.  Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.

Malaikat Jibril sebagai narahubung penyampai wahyu kepada Nabi juga dimuliakan dan menjadi pemimpin malaikat. Lebih dari itu kertas pun yang di atasnya ditulisi ayat-ayat Al-Qur’an, seperti mushaf Al-Qur’an akan selalu dimuliakan oleh umat Islam. Mushaf Al-Qur’an akan selalu dipegang dan dibawa oleh orang yang suci dari hadas, dalam artian setiap orang yang hendak memegang mushaf Al-Qur’an, dia harus berwudhu terlebih dahulu untuk memuliakannya. Jika kertas saja dimuliakan, padahal kertas itu benda mati, apalagi orang beriman yang membaca Al-Qur’an. Maka setiap orang yang membaca Al-Qur’an pasti dimuliakan oleh Allah dan oleh orang-orang beriman lainnya serta didoakan oleh malaikat. Begitu pula dengan orang orang yang mendengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an akan mendapatkan limpahan keberkahan dan kemuliaan, serta seluruh orang-orang yang mencintai Alquran akan selalu dimuliakan oleh Allah, malaikat dan oleh seluruh orang-orang yang beriman yang sama-sama mencintai Al-Qur’an. Itulah diantara keagungan Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah di bulan suci Ramadhan. Oleh karena itu berbahagialah orang yang selalu membaca dan mencintai Al-Qur’an serta selalu mengisi hatinya dengan ayat-ayat Al-Qur’an.