SEMANGAT BARU REFRESH ENERGI PUASA
- Diposting Oleh Admin
- Kamis, 19 Februari 2026
- Dilihat 94 Kali
Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.
(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)
Pamekasan-DIS UIN MADURA : Memasuki bulan suci Ramadhan umat Islam dengan riang gembira menyambut datangnya bulan penuh berkah dan rahmat itu untuk menjalankan perintah Allah berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Hampir semua kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, pria maupun wanita dari segala kalangan atas, menengah dan bawah, dan dari seluruh profesi seperti guru dan murid, pegawai, pedagang, petani, pekerja dan buruh, semuanya riang gembira dan gegap gempita menyambut bulan suci yang selama ini ditunggu-tunggu. Mereka masih full baterai, sehingga semangatnya masih membara dan meledak-ledak. Puasa dijalankan oleh mereka dalam rangka ketaatan kepada Allah subhanahu wa Ta'ala dan juga mengimplementasikan firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 183.
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Pemandangan di hari pertama bulan puasa seakan mengisyaratkan seluruh umat Islam paham tentang kewajibannya. Bagi umat Islam puasa adalah perintah Allah yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan. Semangat dan ikhlas akan menjadikan seseorang yang berpuasa tidak akan merasakan lapar, karena sejatinya puasa itu bukan terletak pada perut untuk menahan lapar, akan tetapi ada di dalam dada hati seorang yang dipenuhi dengan keikhlasan. Keikhlasanlah yang menjadikan semangatnya selalu kuat dan terbarukan. Terlebih lagi jika semangat itu terus dipompa hingga menjadikan semangat itu tidak pernah pudar apalagi padam. Dengan semangat yang membara pula iman di dalam hati akan selalu hidup dan menerangi kehidupan, sehingga umat bisa tercerahkan. Memperbaharui iman memang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘laihi wasallam untuk selalu memompa semangat ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala sebagaimana dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ. قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا؟ قَالَ: أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Perbaharuilah iman kalian." Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana kami memperbaharui iman kami?" Beliau bersabda: "Perbanyaklah mengucapkan: Laa ilaaha illallaah “. (HR. Ahmad).
Dalam kitab Nashaihul ‘Ibad, karangan Syekh Ibnu Hajar al-‘Asqalani, dan diberi syarah oleh Syekh Muhammad bin Umar Nawawi al-Bantani:
يَا أَبَا ذَرٍّ، جَدِّدِ السَّفِيْنَةَ فَإِنَّ اْلبَحْرَ عَمِيْقٌ، وَخُذِ الزَّادَ كَامِلاً فَإِنَّ السَّفَرَ بَعِيْدٌ، وَخَفِّفِ اْلحِمْلَ فَإِنَّ العَقَبَةُ كَئُوْدٌ، وَأَخْلِصِ اْلعَمَلَ فَإِنَّ النَاقَدَ بَصِيْرٌ
Wahai Abu Dzar, servislah kapalmu karena laut itu dalam; bawalah bekal yang cukup karena perjalanannya jauh, ringankan muatan karena lereng bukit sulit dilalui, dan ikhlaslah beramal karena Allah Maha teliti.
Malam pertama puasa pemandangan begitu memukau dan mencerahkan. Masjid-masjid dan musholla dipenuhi oleh jemaah dan lantunan ayat Al-Qur’an. dan tadarrus pun menggema bersahut-sahutan di seluruh pojok dan pelosok kampung di negeri ini. Begitu pula jemaah shalat lima, waktu yang biasanya hanya segelintir orang yang berjemaah, akan tetapi pada hari pertama bulan puasa, jemaah shalat lima waktu membludak. Seakan-akan mereka tidak mau ketinggalan dan merasa rugi jika tidak berjemaah. Mungkin hal tersebut dikarenakan oleh semangat yang membara dan energi puasa yang masih kuat menyetrum orang-orang yang berpuasa . Energi puasa mampu menstabilkan seorang mukmin untuk lebih semangat dalam beribadah, bahkan bisa merambah ke etos kerja lebih meningkat. Jika semangat meningkat, maka energi pun akan semakin kuat dengan gaya resiprokal.
Harapan besar semoga pemandangan yang kita jumpai di hari pertama bulan Ramadhan akan terus berlanjut hingga akhir bulan Ramadhan, bahkan bisa membekas pasca Ramadhan nantinya, sehingga kebiasaan-kebiasaan yang sudah diamalkan di bulan Ramadhan tetap bisa dipertahankan secara Istiqomah di luar bulan Ramadhan. Inilah mungkin hikmah dan faedahnya membiasakan beribadah di bulan Ramadhan, akan terus continue (berlanjut) di bulan-bulan berikutnya, sehingga kita akan terbiasa dengan ibadah-ibadah dan ritual yang sudah membekas dan mendarah daging selama di bulan Ramadhan. Apakah karena masih awal puasa? Semoga bertahan sampai akhir.
pembacaan Al-Qur’an merupakan ibadah yang mendominasi dalam perjalanan puasa umat Islam. Mereka berharap puasa dan Al-Qur’an bisa memberikan syafaat nanti di hadapan Allah terhadap ahli puasa dan ahlul Qur’an. Menurut Sebagian mufassir, hal itu wajar, karena bulan Ramadhan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an, sehingga dikatakan pula bulan kelahiran Al-Qur’an. Karena bulan kelahiran, maka menjadi patut untuk dimeriahkan.