Alamat

Gedung Pascasarjana UIN Madura

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

dis@iainmadura.ac.id

MELACAK JEJAK PERANG DI BULAN RAMADHAN

  • Diposting Oleh Admin
  • Rabu, 4 Maret 2026
  • Dilihat 115 Kali
Bagikan ke

Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.

(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)

 

Berita perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran versus Israel berkoalisi dengan Amerika Serikat, menghiasi pemberitaan bukan hanya sertiap hari lagi, tetapi setiap saat. Senin, tanggal 2 Maret hingga hari ini, Israel melancarkan serangan rudal ke Iran dan memperluas ofensifnya dengan menyerang militan Hezbollah yang didukung Teheran di Lebanon. Iran tidak tinggal diam dan membalas serangan tersebut, dan merilis peluncuran rudal-rudal berdaya ledak tinggi yang diklaim telah menyebabkan kobaran api di sekitar Tel Aviv, Israel.

Menurut Reuters, Lebanon dijadikan target serangan Israel karena erat hubungannya dengan Hezbollah Syiah, yang ditengarai sekutu utama Iran di Timur Tengah. Serangan Israel digencarkan sebagai balasan terhadap Hezbollah yang telah meluncurkan rudal dan drone ke Israel, sebagai peringatan dan balasan atas serangan Israel ke Teheran yang menyebabkan terbunuhnya Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran. Eskalasi konflik semakin memuncak, hingga terjadi jual beli serangan rudal, dan tentunya banyak korban berjatuhan. Mirisnya lagi, itu terjadi di bulan Ramadhan, tatkala umat islam menjalankan puasa.

Flashback ke zaman Rasulullah, ternyata banyak perang yang terjadi di bulan Ramadhan. Perang Badar yang begitu populer dan terjadi di zaman Rasulullah itu bertepatan dengan bulan Ramadhan, pada tahun kedua Hijriyah, Perang Badar meletus karena kaum musyrikin Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan yang bermarkas di Mekkah menggalang kekuatan perang dengan personil 1000 prajurit lebih disiagakan untuk mengadakan penetrasi dan menghancurkan kaum muslimin di Madinah. Dengan kekuatan 1000 prajurit lebih, mereka sangat jumawa bahwa mereka akan dengan mudah melumat kekuatan umat Islam yang tidak seberapa dalam pandangan mereka.

Sementara umat Islam yang mendengar kabar dari telik sandi maupun dari para saudagar yang melancong melewati kawasan Mekkah bahwa kaum kafir Quraisy akan menyerang Madinah dengan mengerahkan 1000 pasukan. Maka Rasulullah mempersiapkan perlawanan dengan pertahanan sekuat tenaga, dan berhasil mengumpulkan 313 sahabat yang siap tempur melawan tirani. Mereka berjihad sekuat tenaga untuk membela Marwah Islam dan kedaulatan Madinah serta untuk membela Allah dan rasul-Nya. Dengan keyakinan teguh mereka berangkat ke Padang Badar untuk mencegah dan memotong laju pasukan kafir Quraisy agar tidak sampai ke Madinah, sehingga bisa mem-back up warga Madinah.

Tak berapa lama kaum muslimin bertahan di Badar, maka datanglah gelombang besar pasukan kafir Quraisy menyerbu mereka dan mengepung dari segala arah. Akan tetapi umat Islam tidak gentar terhadap jumlah pasukan yang lebih besar kekuatannya.  Keyakinan dan keteguhan hati akan mampu menghalau dan mengalahkan mereka, apalagi mereka dibantu oleh pasukan Allah yang menurunkan berupa malaikat secara bertahap, mulai 1000 malaikat, 3000 malaikat dan sampai 5000 malaikat membanjiri Padang Badar. Pasukan malaikat tidak terlihat oleh kaum muslimin, tetapi mereka sangat tampak jelas dalam pandangan kaum kafir Quraisy, Di tengah berkecamuknya perang itulah perintah puasa Ramadan diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dan Nabi Muhammad langsung menyampaikan kepada para sahabat, seraya secara serentak para sahabat menunaikan perintah puasa tersebut,

Walaupun dalam keadaan menghadapi musuh, semangat Ramadhan ternyata berlipat-lipat dalam hati setiap kaum muslimin, sehingga kekuatan mereka pun berlipat-lipat, Sementara pihak musuh mendadak ketakutan tatkala melihat begitu banyak pasukan perang kaum muslimin, walaupun sebenarnya yang terlihat oleh mereka adalah para malaikat. Dalam kondisi seperti inilah Allah menurunkan bantuannya kepada kaum muslimin, sehingga kaum muslimin dapat memenangkan dan menguasai situasi perang serta berhasil memukul mundur pasukan kafir Quraisy. Akhirnya musuh lari terbirit-birit tunggang langgang, sambil membabi buta mengayunkan pedang mereka secara serampangan, dan menyangkut kena temannya sendiri, sehingga banyak pasukan kafir Quraisy yang terbunuh oleh sabetan pedang temannya sendiri. Pada akhirnya mereka menderita kekalahan dalam Perang Badar itu.

Jika Pertolongan Allah yang diberikan kepada kaum muslimin sewaktu menghadapi serbuan dari kaum kafir Quraisy yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, maka tidak mustahil pula pertolongan Allah bisa diberikan kepada pasukan perang Iran yang berupaya memberikan perlawanan kepada kaum kafir Israel dan Amerika. Pasukan berani mati Garda revolusi Iran dengan galah perkasa akan bisa menghalau dan bahkan mengalahkan pasukan Amerika dan Israel. Sebab dalam kacamata iman, tatkala orang beriman menolong agama Allah, pasti Allah akan menolong mereka. Jika Allah yang memberikan pertolongan kepada mereka, tidak akan ada satu kekuatan pun, apalagi cuma Amerika berkoalisi dengan Israel, yang bisa menandingi dan mengalahkan mereka. Yang jelas faktor pertolongan Allah itu sangat memungkinkan adanya. Mereka bisa bertahan dari serangan Amerika dan Israel dan bahkan akan memukul mundur pasukan mereka, mungkin karena faktor pertolongan Allah.  

Faktor berikutnya adalah faktor Ramadhan, di mana bulan Ramadhan memiliki keistimewaan dibanding bulan dan lainnya, sehingga tekad kaum muslimin akan berlipat-lipat melebihi tekad dan semangat yang ada pada musuh mereka. Walaupun secara matematis kekuatan mereka agak sulit untuk menandingi kekuatan Amerika yang berkoalisi dengan Israel, akan tetapi masih ada faktor x yang bisa menyelamatkan mereka dan membawa mereka ke gelombang kemenangan yang tidak akan mampu dihalau oleh siapa pun yang melakukan agresi terhadap negara lain, termasuk yang dilakukan American dan Israel. Apalagi jika mereka dibantu oleh doa seluruh kaum muslimin di dunia, maka tidak mustahil mereka akan bisa mengatasi agresi militer Amerika dan Israel. Keyakinan Hati dari mereka yang memiliki keteguhan iman dan berada pada pihak yang benar tidak akan bisa dilumpuhkan oleh kekuatan batil

Terdapat beberapa perang besar dalam lintasan sejarah umat Islam yang terjadi di bulan Ramadhan. Di antaranya Perang Badar,17 Ramadhan tahun 2 H., Perang Khandaq, pada Ramadhan tahun 5 H., Fathu Makkah, 10 Ramadhan tahun 8 H., Perang Tabuk, Ramadhan tahun 9 H., sekembalinya umat Islam ke Madinah. Ada pula Perang Ain Jalut, pada Ramadhan tahun 658 H. atau1260 M. Kemenangan penting pasukan Muslim di bawah pimpinan Sultan Saifuddin Qutuz melawan tentara Mongol. Sekali pun  terjadi di bulan Ramadhan, semua peperangan tersebut dimenangkan oleh umat Islam, walaupun dengan jumlah pasukan yang lebih sedikit dari pada musuh. Mungkin di sini terdapat rahasia dan hikmah Ramadhan yang sangat besar.