TADARRUS AL-QUR’AN
- Diposting Oleh Admin
- Selasa, 24 Februari 2026
- Dilihat 11 Kali
Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.
(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)
Dalam aktivitas keberagamaan umat muslim sering dijumpai pembacaan Al-Qur’an secara bersama-sama yang dilakukan oleh beberapa Qori’ atau membaca dengan cara bergiliran dan pergantian. Pembacaan Al-Qur’an itu dilakukan hingga khatam bacaannya dari surah Al-Fatihah sampai surat an-Nas. Pembacaan Al-Qu’ran seperti itu sering disebut dengan tadarrus Al-Qur’an. Tadarus Al-Qur’an sering diadakan di komunitas muslim, lebih-lebih di bulan Ramadhan yang penyelenggaraannya biasanya di malam hari, setiap malam setelah salat Tarawih dan Witir. Hampir di semua masjid dan musholla diadakan tadarrus Al-Qur’an dan terkadang juga diselenggarakan di siang hari di tempat-tempat tertentu seperti di sekolah-sekolah dan di kantor yang berkumpulnya komunitas mereka itu lumrahnya pada siang hari.
Sebagian dari penyelenggaraan tadarrus Al-Qur’an itu dilakukan dengan cara menyimak bacaan Al-Qur’an, sementara satu orang membaca dan yang lainnya menyimak, memperhatikan dan mendengarkan secara seksama, barangkali ada kesalahan, maka langsung mengadakan pembetulan atau diperbaiki kesalahannya. Memang seperti itulah seharusnya tadarrus Al-Qur’an. Akan tetapi juga ada yang bergantian membaca Al-Qur’an, namun tatkala salah seorang membaca Al-Qur’an yang lain tidak menyimaknya. Sekalipun yang dibaca itu meneruskan bacaan sebelumnya secara kontinyu sampai khatam, amat disayangkan tidak ada aktivitas menyimak, sehingga jika terjadi kesalahan, walaupun tidak disengaja, baik pada aspek bacaannya tajwid-nya, makhonijul huruf-nya, mad dan qasar-nya atau waqaf, washal dan ibtida’-nya, yang seperti ini tidak sampai memberikan pembetulan terhadap bacaan yang salah atau kurang betul. Cara yang seperti ini menyimpang dari makna tadarus itu sendiri. Bahkan ada juga yang membaca Al-Qur’an satu juz satu juz atau perjuz secara bersama, oleh tiga puluh orang misalnya, sehingga bacaan Al-Qur’annya khatam juga, namun jauh dari maksud tadarrus. Sebenarnya kata tadarrus itu dari kata darsun yang bermakna pelajaran atau darasa yang berarti belajar, kemudian mendapatkan tambahan huruf ta’ yang biasanya bermakna saling (sama-sama) aktif. Dalam hal ini saling belajar, seperti juga dengan lafal tasamuh (saling menghargai). Jika sudah terjadi aktivitas tadarrus dalam artian saling atau sama-sama belajar membaca Al-Qur’an secara tepat dan benar, maka masing-masing peserta dari komunitas tadarrus Al-Qur’an itu saling menyimak, memperhatikan secara seksama, sehingga dari bacaan saudara atau temannya yang sudah bagus atau lebih bagus, dia bisa belajar. Keuntungannya, jika ada bacaan yang keliru atau kurang benar langsung dibetulkan. Begitu pula tatkala kita sedang membaca Al-Qur’an disimak dan diteliti oleh teman atau saudara kita secara bersama dan terus-menerus, maka kekurangan kita akan dievaluasi oleh mereka, dan kesalahan kita akan ditunjukkan oleh mereka berikut pembenarannya. Di sinilah faedah dan kegunaan tadarrus Al-Qur’an yang sangat berharga bagi kita, para pencinta Al-Qur’an, sehingga kita merasa saling membutuhkan dan dibutuhkan, saling mengoreksi, saling membenarkan jika terjadi kesalahan dan saling mereview untuk kegiatan pembacaan Al-Qur’an yang lebih baik di masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu kita jangan merasa lebih baik dari yang lain, jangan ngotot merasa benar sendiri, dan jika dibetulkan oleh yang lain tidak mau, padahal yang tahu betul atau tidaknya bacaan kita adalah mereka yang menyimak, dan bukan yang membaca. Karena terkadang yang membaca tidak terasa jika terjadi kesalahan bacaan. Maka seharusnya berterima kasih kepada mereka yang sudah menyempatkan diri berkontribusi dalam Tadarus Al-Qur’an, dan semoga Al-Qur’an menjadi teman setia kita di dunia dan akhirat serta menjadi penolong atau pemberi syafaat nanti di hadapan Allah, sehingga dengan syafaat Al-Qur’an kita akan dimasukkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala bersama para pencinta Al-Qur’an ke dalam surga Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Amin